Friday, February 13, 2015

Day 15: Masih untuk Mary Jane

Mary Jane,
Menurut ramalan cuaca, hari ini akan hujan. Dan berangin. Kalau kau keluar rumah, pakailah payung. Kemarin, ku lihat kau berjalan tenang pulang ke asrama dalam gerimis.

Aku, dibelakangmu. Berjalan dilindungi payung hitam milikku, yang ingin sekali ku berikan padamu.
Dalam diammu, tiap langkahku, aku ragu, haruskah kau aku panggil? Haruskah kau ku ajak bicara? Bagaimana kalau suara yang ku keluarkan nanti bergetar saat aku bicara padamu?

Jadi, aku yang terlalu takut ini, menelan saja semuanya. Aku jalan menundukkan kepala, dengan payung hitam ku genggam. Aku menunduk, tak ingin melihatmu basah. Sementara aku berpayung. Nyaliku terbang dibawa angin kencang pulau ini.


Hari ini akan hujan lagi.
Ku harap, kau sudah membawa payung hari ini, Mary Jane. Tadinya aku berpikir untuk membeli sebuah payung hitam berbunga biru di minimarket belakang asrama. Lalu payung itu akan ku letakkan di depan pintu kamarmu. Atau dalam kotak surat depan asrama.

Payung hitam bunga biru sudah ku genggam. Aku konyol, senyum puas sendirian. Lalu aku teringat, aku tak bisa masuk ke asrama perempuan. Pintu utamanya saja tak akan mau terbuka. Dan kotak surat? Nomor kamar asramamu saja aku tak tau.
Harusnya tadi aku memanggilmu. Harusnya tadi aku bicara padamu. Jadi aku bisa mengingatkanmu untuk membeli payung. Jadi, besok kau tak akan kehujanan, walau cuma gerimis.
Harusnya, aku lebih bernyali tadi, ah.

Mary Jane, mudah- mudahan gerimis tadi tak membuatmu flu.

Dari,
Lantai 3, B306

No comments:

Post a Comment