Wednesday, February 11, 2015

Day 13: Dari Gedung Asrama Laki- Laki

Dear, Mary Jane

Kau belum tidur? Kau sedang apa tadi di luar sana?
Aku melihatmu secara tak sengaja. Atau alam semesta sengaja membuatku berdiri di depan jendela kamar, sehingga aku melihatmu, dibawah sana.

Kau tau, lampu jalannya tidak terlalu terang, jadi tak jelas kelihatan siapapun yang berjalan 3 lantai di bawah sana itu. Tapi hatiku, atau mataku, atau otakku, entahlah yang mana, semua mendadak sok tau. Sosok mungil berjaket biru dibawah sana itu kau, Mary Jane.

Aku membeku, sampai beberapa detik kemudian otakku baru berpikir benar. Hei, aku 3 lantai jauhnya darimu, kau tak melihatku. Buat apa tegang membeku. Silly me, MJ.

Apa yang kau bawa itu? Plastik putih di tangan. Kulihat kau datang dari arah minimarket 24 jam di belakang asrama. Asumsiku, lagi- lagi sok tau, mungkin kau lapar menjelang tengah malam?

Ah, aku jadi ingat, apa kau sudah beradaptasi dengan makanan di sini? Sudahkah? Belum kah?
Apa kau rindu masakan rumah?

Kalau aku, aku rindu hari Senin, jadi aku bisa melihatmu tiap jam istirahat tiba.

Salam,
Dari gedung asrama laki- laki


2 comments: