Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Thursday, June 10, 2021

Gem (?)

 OMFG it's 2021...Terakhir ngepost itu 2018. Waktu sungguh berlalu bagai kilat. Tahun berganti, kepribadian berganti (believe me, i'm not that introvert anymore LOL). Aaaaand look what i've found on my flash disk..not bad, not bad...i'll post this unfinished story. Enjoy lol lol



Satu


“Paman, Jeju National University. Ok?”. Aria Putri sudah mengulang kalimat itu setidaknya tiga kali. Namun, laki- laki setengah baya di depannya tetap menggeleng sambil memandang bingung. Ia menggumamkan beberapa patah kata asing. Mungkin mengekspresikan kebingungannya. Udara dingin menggigit- gigit jemari Aria yang sudah memerah. Dagu dan hidungnya mulai mati rasa. Ia belum bisa membayangkan bagaimana dirinya yang seumur hidup tinggal di negara tropis akan beradaptasi dengan suhu dingin di pulau ini.

“Jeju?”.

“Ne*. Jeju National University.” 

Oh tidak, apakah Aria juga harus menerjemahkan kata national dan university ke dalam bahasa Korea? Ia ingin menangis sekarang. Aria menunduk. Pandangannya mulai kabur, air mata perlahan menggenang. Perutnya berbunyi pelan. Ia lapar, tadi ia sarapan di pesawat pada pukul lima pagi. Mengunyah omeletnya dengan mata setengah terbuka. Tapi ia tak bisa menghabiskan sarapannya karena perutnya masih tidur pada jam- jam itu. Sekarang Aria sedikit menyesal tak menghabiskannya. Belum lagi lehernya sakit karena tidur dengan tak nyaman selama tujuh jam di pesawat.

 Aria memaksa dirinya untuk berpikir. Namun udara dingin yang masih belum familiar ini kelihatannya membekukan otak Aria. Hingga akhirnya ia melirik ke tangannya yang mengepal lemah. Secarik kertas putih yang sudah kusut ada di sana. Oh! Perlahan ia membuka kertas dengan berbagai nomor yang ditulis dengan pensil. Aria mendapatkannya dari laki- laki di konter informasi. Aria menelusuri baris- baris angka tersebut. 

“Jeju-dae*?” tanya Aria penuh harap setengah bertanya.

Paman supir taksinya mengucapkan “ah” sambil menepuk kedua tangannya dengan ekspresi bilang- dari-tadi- dong. Paman supir taksinya mengangkat koper Aria ke bagasi. Aria memandangnya dengan sedikit rasa bersalah. Kopernya besar dan berat, penuh berbagai barang mulai pakaian sampai mie instan cup. Saat paman supir taksi menuju ke balik kemudi, baru Aria masuk ke dalam taksi. Ia menghempaskan dirinya di kursi taksi yang empuk. Ia menarik napas panjang, melemaskan otot- ototnya yang lelah. Bahunya yang tegang akhirnya bisa rileks sejenak.

Aria memperhatikan sekelilingnya. Langit diluar cerah sekali. Pertama kalinya ia bisa mengapresiasi suasana kota itu setelah mendarat tiga jam lalu. Taksinya melaju dengan santai, jalanan benar- benar lenggang. Deretan pertokoan di kiri dan kanannya sebentar- sebentar menghilang, berganti dengan lahan yang luas. Tidak ada gedung pencakar langit super tinggi, sejauh yang bisa dilihatnya sampai saat ini.

Matahari bersinar terang, tapi suhu diluar benar- benar  dingin. Selama ini Aria selalu penasaran saat melihat di televisi, orang- orang berpakaian tebal padahal cuacanya sangat cerah. Bagaimana bisa begitu? Apa tidak kepanasan? Hari ini ia mendapat jawabannya. Untuk pertama kali ia merasakan sendiri yang namanya musim dingin, atau ini musim semi? Tak tahulah.

Aria memijit pelipisnya pelan. Ia teringat apa yang dialaminya tiga jam yang lalu. Pukul setengah tujuh pagi ini, Ia sudah berlari- lari melintasi setengah bandara Incheon yang luasnya minta ampun karena takut ditinggal pesawat. Bukan hal yang mudah karena ia sambil berusaha mengontrol troli berisi koper seberat 35 kilo. Semua terjadi berkat arahan sesat dari salah satu petugas bandara yang menunjukkan padanya konter airlines yang salah.

Mendarat di Jeju juga bukan akhir dari masalahnya. Pihak universitas yang tadinya hendak menjemput, ditunggui setengah jam tak juga muncul. Hingga ia memutuskan bertanya sedapatnya pada lelaki muda yang berdiri di belakang meja bertuliskan informasi. Laki- laki itu membekali Aria dengan secarik kertas bertuliskan nomor-nomor bus yang bisa ia tumpangi. Namun naik bus bukan pilihan buatnya. Tak terbayang bila ia, dengan tinggi yang tak seberapa, harus berdiri dengan koper besarnya.

Kertas yang akhirnya menolongku, pikir Aria.

Ia mendengus mengingat betapa susahnya ia berbicara dengan sopir taksi tadi. Bagaimana mungkin paman itu tak mengerti kata- kata sesederhana national dan university?

Dengan semua kejadian pagi ini, Aria jadi mempertanyakan keputusannya datang kemari. Ah, semoga saja bukan keputusan jelek yang sudah dia buat.

Yang benar saja!

Aria akan memanfaatkan waktunya di pulau ini dengan amat sangat baik. Saat- saat yang berharga. Ia akan memastikan diri jauh- jauh dari masalah apapun.


***

Jalanan kosong sama sekali. Tak satupun  mahasiswa kelihatan. “Sial! Jangan bilang kalau aku sudah terlambat.” Aria memperbesar langkah kakinya. Sambil setengah berlari, ia melirik jam tangannya. Yang benar saja, ia tak mungkin terlambat. Kelasnya dimulai jam dua, dan saat ini bahkan belum jam dua. Setidaknya, Aria masih punya dua menit lagi.

Aria menghabiskan dua menitnya untuk mengingat dimana letak kelasnya. Ia tiba bersamaan dengan dosennya. 

Baek seonsaengnim* berdiri di tengah ruangan. Rambutnya hitam sebahu, terdapat bekas ikatan rambut di pertengahannya. Ia menyentuh kacamatanya sedikit, lalu bersuara menyuruh seisi kelas membuka buka. Ia melakukannya dalam bahasa Korea.

Aria sempat kaget saat mengetahui bahwa dirinya, bersama lima belas mahasiswa asing lainnya, akan diajari bagaimana berbahasa Korea menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa pengantar. Namun, sejauh ini semuanya lancar- lancar saja. Mengagumkan. Mereka diperbolehkan menggunakan ponsel sebagai translator.

Mereka mendapat istirahat selama lima belas menit pada pukul tiga. Aria berdiri di koridor, menggigil karena udara yang dingin. Ia berharap Aom, teman sekelas yang sedang ditunggunya, tak berlama- lama di kamar kecil.

Koridor itu lumayan panjang. Di sisi kiri koridor, terdapat beberapa pintu- pintu coklat muda, tempat ruang kelas lain berada. Di sisi kanan, jendela- jendela kaca super besar  menampakkan pemandangan lapangan olahraga di seberang jalan. Hari ini, cuacanya agak berkabut, jadi segala sesuatu di luar jendela tak terlihat jelas.

“Aria-ssi*, aku sudah selesai. Ayo.”

Aria berbalik, lalu berjalan mengikuti Aom menuju lift di ujung koridor. Aom menekan tombol B1. Mereka bergerak turun.

Aom, teman sekelas Aria di kelas bahasa Korea. Ia berasal dari Thailand, tidak terlalu lancar berbahasa Inggris. Namun ia teman yang menyenangkan. Aom juga tahu banyak hal tentang pulau ini, dan sangat pintar mencari arah meskipun ia, sama seperti Aria, baru pertama kali ke pulau ini.

Aom menarik kerah sweater turtleneck-nya. Berusaha menutup dagunya yang kedinginan. Pintu lift terbuka. Aom melangkah keluar. Aria mengekorinya. 

Aria memegang cangkir kertas berisi coklat panas. Tangannya yang dingin dijalari kehangatan. Ini satu- satunya mesin penjual minuman hangat di gedung ini. Aom yang menemukannya. Ah, Aria bersyukur sekali ia bertemu Aom di sini. Dengan Aom, persentasenya tersesat di jalan langsung mengecil seketika.

Mereka berdua duduk diam di sofa bundar terdekat, menyesap minuman pelan- pelan. Sebuah langkah kaki menggema dari ujung ruangan. Lantai itu sangat sepi, jadi suara langkah kaki saja bisa terdengar ke seluruh ruangan.

Suara langkah kaki itu pelan- pelan mendekat. Dalam beberapa detik lagi Aria bisa melihat pemiliknya. Dan benar saja, seorang laki- laki jangkung lewat di depan mereka. Ia memandang lurus ke depan. Tanpa sadar, Aria berseru pelan,” wow…”

Aom menoleh padanya dengan pandangan bertanya. Aria terkekeh pelan pada Aom. Laki- laki itu menghilang di depan tangga.

“Benar- benar tampan,” Aria menjelaskan. 

Aom menggeleng- geleng. Ia menghabiskan kopinya lalu berdiri di depan mesin. Tak berapa lama, Aom sudah memegang cangkir kedua kopinya. 

“Menurutmu yang tadi itu tidak tampan? Tidak keren?” Aria menuntut penjelasan.

“Bukan. Ia memang tampan. Tapi kau, Aria, benar- benar tidak bisa lihat laki- laki tampan. Mereka pasti tidak akan luput dari matamu.” 

“Aom-ssi!” Aria protes. Aom hanya tertawa.

***


Aria berjalan pelan, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku mantel. Plastik besarnya berayun- ayun. Bila tak menahan diri, Aria nyaris membeli tiap jenis snack yang dilihatnya di minimart tadi. Ia ingin mencoba semuanya. 

Angin berhembus pelan membuat Aria menggigil. Ia menarik rapat bagian depan mantelnya. Harusnya tadi ia kancing saja. Tangannya gemetaran. Aria menoleh ke kiri dan kanan hendak menyeberang saat matanya menangkap sosok laki- laki di bawah lampu jalan. Sedetik kemudian Aria mengenalinya. Itu laki- laki yang dilihatnya tadi siang. Ia sedang berjalan sambil berbicara di telpon. Wajahnya menunduk.

Laki- laki itu tiba- tiba mengangkat wajahnya. Sekarang, ia bisa melihat wajahnya dengan lebih jelas. Ah, dia memang keren. Lagi- lagi Aria berseru pelan tanpa sadar,”wow…”

Aria tersenyum kecil saat laki- laki itu bertatapan dengannya. Lalu Aria berlari menyeberang jalan. Ia bergegas masuk begitu pintu asrama terbuka.

“Ah, hangatnya,” Aria mendesah pelan saat memasuki kamar.  Aom menoleh, matanya membesar melihat Aria.

“Kau membeli sebanyak itu? Kau habis… merampok minimart?”

Aria mengangkat bahu. “Aku tak berdaya. Mereka semua minta aku cicipi.”

Aom mendengus pelan.

Aria melambai tangan pelan. “Tenang saja, Aom-ssi. Aku takkan menghabiskan semuanya sekaligus.” Aria meletakkan belanjaannya diatas meja, lalu dengan gembira menyusun berbungkus- bungkus snack itu di rak.

“Oya, aku bertemu dengannya lagi.”

“…”

“Laki- laki itu, yang tinggi dan keren.”

“Yang mana? Hari ini, setidaknya… ada tiga laki- laki yang kau sebut keren.” Aom kembali menekuni jari- jari tangannya setelah berkata begitu.

“Yang di lobi tadi. Ia lewat saat kita sedang beli kopi. Tadi aku berpapasan dengannya di belakang. Kau tahu? Dia memang benar- benar tampan. Tapi entah kenapa, seolah- olah dia penuh kesedihan.”

Aom menoleh lagi. Kali ini, ia memandang ARIA sambil mengangkat alis. ARIA mengangkat bahunya. “Aku merasa begitu.”

“Wah, ARIA. Kurasa kita bisa pergi ke dokter untuk mengecek matamu.” ARIA hanya tertawa mendengarnya. Ia duduk dan membuka satu bungkus snack pedas.

“Hati- hati, lama- lama… kau bisa jatuh cinta padanya.”

***

Alex Kang berjalan pelan menyusuri trotoar. Ia tak terlalu memperhatikan langkahnya. Kakinya dipercayakan untuk menuntun. Pikirannya terbang kemana- mana. Tepatnya melayang beribu mil jauhnya. Selalu berhenti kepada sebuah wajah. Bayangan rambut hitam sebahu, mata gelap yang bersinar bila memandangnya. Lalu, bahu yang bergetar, pipi yang tirus. Kemudian, mata itu menutup. Bibir itu menjadi dingin. Dan rasa sakit yang familiar itu muncul lagi.

Alex berhenti. Ia menutup mata, lalu menghembuskan napas pelan. Alex membuka matanya setelah merasa dirinya cukup stabil. Ia mulai melangkah lagi.

Ponselnya berdering. Alex menjawabnya segera setelah melihat penelponnya.

“Halo, Jo. Apa yang kau lakukan menelpon ku jam segini? Bukannya disana masih pagi?”

“Halo juga, saudaraku. Hyong, aku belum tidur sama sekali, asal kau tahu saja. Dan ibu tak memperbolehkanku pergi tidur sampai aku menelponmu.”

Alex tersenyum lemah. “Katakan pada ibu, aku baik- baik saja. Tak perlu khawatir. Dan jangan minta aku menelponnya setiap hari. Aku tidak sepayah itu… Tidak lagi.” 

“Ya, ya. Ibu cuma khawatir, Hyong. Kalau kau tak mau menelponnya setiap hari, katakan sendiri pada ibu, Hyong. Aku tak mau mendapat ceramah tambahan dari ibu gara- gara Hyong.”

“Baiklah, Jo. Sekarang pergilah tidur.” Alex tersenyum. Alex menendang sebuah batu sambil mendengar adiknya masih mengoceh di ujung sana.

Alex berhenti berjalan. Kakinya membeku di tempat. Jantungnya berhenti berdetak sesaat. Matanya tak berkedip memandang ke seberang jalan. Gadis itu disana, menyeberang jalan. Lalu menghilang memasuki gedung.

Apa ia tak salah liat? Itu senyum yang sama. Rambut yang sama, hanya lebih panjang. Mata gelap yang sama. Tapi, tak mungkin…

“Hyong? Hyong, kau masih disana? Kau tak apa-apa kan?”

Oh. “Ya, aku… aku tak apa- apa…” jawab Alex pelan. Ia menyuruh Jo tidur lalu menutup telponnya. Alex berdiri di tempatnya entah berapa lama. Ia memandang gedung putih di seberangnya dengan tatapan kosong.

Matanya salah lihat? Tak mungkin, lampu- lampu jalan sangat terang sehingga yang tadi itu bukan ilusi. Akal sehatnya menolak untuk menerima, namun hatinya memaksa.

Angin berhembus lagi membuat udara semakin dingin. Alex mulai berjalan dengan enggan. Baiklah.. baiklah. Sebaiknya aku pulang dulu, lalu mencerna semuanya kemudian.


Wednesday, February 21, 2018

Evolusyong

Sejak punya bayik, secara ga sadar banyak mengembangkan kemampuan baru. Yak, dikalimat barusan ngomongnya seolah-olah kemampuan super yes.
Apa aja itu?
Pertama,kemampuan untuk tidur kapan pun nak bayik bobok. Biarpun sebelumnya belom berasa ngantuk,begitu nak bayik nyenyak,kek otomatis idup gitu saklar bobo dalam kepala. Efek perjuangan begadang banget awal-awal dulu ya. Dulu, bisa bobo dua jam full aja udah alhamdulillah bener yang ga sujud sukur aja lah. Sekarang nak bayik nya ga sesering itu bangun malamnya. Palingan dua kali,jadi tiga kali kalo dia boker subuh-subuh. Iya, dia bokernya sebelum azan subuh. Sungguh jadwal boker yang berfaedah. Salat subuh on time selalu.
Next, sekarang mampu makan dengan gesit. Kemampuan nelan makanan juga naek level. Apalagi kalo lagi makan diluar bawa nak bayik dan perginya berdua aja sama suami. Makannya gantian gitu kan. Ngunyah, menikmati rasa makanan plus nelan dilakuin lebih cepat dari yang seharusnya. Hahah. Ga sempat lah itu kalo disuruh mengunyah dengan baik. Tidak untuk ditiru. Dont try dis at home.
Terus apalagi ya?
Kalo pagi, dalam waktu yang sempit harus sempat-sempatin bikin bekal nak bayik. Bekal suami sama diri sendiri juga. Masak dong,terus dihalusin lagi makanan nak bayiknya. Dipack lagi. Kalo telat bangun jadi waktu yang mepet semakin kepepet itu,haruslah ada yang jadi korban. Biasanya,bekal yang lebih tua ditiadakan. Hahaha cari makan sendiri di kantor.
Mandi juga seefektif mungkin. Tetep yang bersih dong biar ga bau ketek. Tapi gerakan nya diefisienkan.

Repot?jelas. Kelabakan kadang-kadang. Tapi selalu rindu kalo lagi kerja sama senyum lucu yang masih ompong itu. Sekarang udah 8 bulan aja nak bayiknya. Bentar lagi bisa jalan sendiri dia. Terus ogah digendong mamanya lagi. Sedih. #masukedisimamabaper

Tuesday, March 7, 2017

Selamat Datang di Trimester ke2

Yup..pas postingan ini diketik dekbayi nya udah 23 minggu. Akunya makan segambreng. Nasi sih masi ga nambah porsinya kek biasa,selingannya itu omg. Sukseslah sejauh ini nambah 4kg =_=

Sekarang kalo lagi ganti baju suka diledekin Ico, "perut tu perut?" Yauwis sekalian aja tak joget-jogetin perutnya di depan dia hahaha...

Udel aja berubah gilak gitu ya bentukannya gegara perutnya ngegede. Oke,ini kelewat spesifik tapi masak bodo amat. Dari bunder normal,jadi bunder banget kek ujungnya balon,sampe sekarang malah jadi elips (iya,biar keren elips aja ketimbang 'ceper).

Dek bayinya seriusan gerak terus. Heboh maen sendiri di dalem ya nak? Apalagi kalo jam-jam keroncongan laper ya. Demo deh dia. Sundul sana sini. Terus langsung kebayang tangan sama kaki bayi yang gendut imut-imut lagi gerak, terus akunya gemes sendiri kalo udah gitu =_=
Lagi- lagi kata Ico aku aneh banget gegara itu.

Tapi kalo siap makan, langsung anteng diem gitu dianya, mungkin kenyang terus bobo ato ngantuk ya. Persis lah kek Ico,ups,seseorang maksudnya :p

Banyak banget yang bilang perutnya kecil ya,ga kek orang lagi hamil 23 minggu. Ada juga yang ngedoain 3 bulan lagi aku jadi gede banget. Bahahaha serah deh ya. Laper yo makan, khawatir tambah chubby yo juga. Tapi belom ada yang ngidam banget pengen apa trus mesti langsung ada kalo ga,ga bisa bobo. Saya mah pengertian orangnya muehehehe.

Sekarang rada susah sih pake bajunya, jins masi muat tapi ga bisa dikancing lagi. Jadinya kemana-mana pake legging hamil (yang masi agak kedodoran) trus mulai pake dress mulu. Biar feminim gituh sekaligus solehah *ehem

Ada yang ruar biasa ga? Ga ada sih yang aneh ato diluar kewajaran. Palingan sekarang jadi mirip perokok gitu,tiap abis makan kalo perokok kan kekwajib ngerokok gitu kalo ga,ga enak mulutnya. Lah aku,tiap abis makan mesti makan coklat hahahah
Gimana ga tambah chubby?

Thursday, January 12, 2017

Me After You

2016 udah kapan- kapan abisnya ya. Ngeblog nya baru sekarang waktu Januarinya udah jalan mau setengah ajeee *peace
Sesuai judul postingan aja, me after this baby inside me. Hahahaha pertama kali tau sedang tekdung itu cengengesan bedua kek kuda. Karena sebelumnya nyaris dua mingguan rasanya kek orang masup angin keterlaluan. Kembung. Kek balon. Ditambah "telat" jadinya sih langsung curigaan ke sono-sono. Idih mau beli testpack aja ngumpet- ngumpet trus sampe bawa kopian buku nikah segala *lol

Dua kali ngetes baru bisa bilang alhamdulillah ternyata bukan cuma masup angin doang. Abis itu dua harian doang dong bisa makan enak, kemudian segala morning sick yang terjadinya ga cuma morning doang dimulai. Ampun dj deh. Ga bisa nyium ikan, dan jadi kapok telat makan. Worst day ever gegara telat makan. Keknya anaknya ngambek. Semua yang dimasukin ke perut ditolak balik. Jadilah asli ga masuk makanan sama sekali seharian. Lemes.

Lucu- lucu sih. Sekarang tapi udah bisa bilang lucu karena udah dua harian ga parah lagi muntahnya trus makan juga enakan. Kalo kemaren- kemaren mana berani anggap semua itu lucu =_=
Kepayahan bro. Tenggorokan sampe berdarah-darah.

Yang kasian sih si Babenya hahahaha ini istri ga bisa diajakin duduk makan keluar lagi. Dan dia juga rada ogah makan sendiri, kecuali udah pengen banget. Kalo dibawa pergi,sebelum naek mobil dijamin setor muntah dulu ke kamar mandi. Trus sepanjang jalan lemes. Ada- ada aja lah pokoknya.

Perutnya belum keliatan banget sih sekarang. Udah 15 minggu tapi perutnya masih rada kek orang syasyingan (sengaja ditulis kaya gitu).

Mungkin nanti sekalinya ngeblog (kalo rajin), pas udah buncitan hahahahah
Doain kami sehat-sehat ya *elus perut yang nonjol dikit

Saturday, November 5, 2016

The Wedding

Postingan yang kelewatan telatnya *sungkemin satu-satu

Photographer: Joes Photography
Inai: Mitha inai wedding (instagram)



Prewed

Tempat: Meuligo Wali Nanggroe
MUA: Wirna (ig)
Dress: Shantie_03 cute
Jas: Nyakni Junior



Akad

Tempat: Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Kebaya: Ipah Moudiste
MUA: Jury Makeup



Intat Linto

Tempat: Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa
Attire: Oki Pelaminan
Dekor& Pelaminan: Oki Pelaminan
Katering: Salsabila Katering
MUA: Cece Make Over




Tueng Dara Baroe
Tempat: Kutacane, Aceh Tenggara
Attire: ? i dont know :(
MUA: Beben Beauty Salon
Dekor& Pelaminan: Rini Ayu
Photographer: Dwi Photography

FIN

Friday, July 29, 2016

Ngedumel

Helloooooooow
Well banyak banget cerita di Juli ini. Status sudah jadi istri! *koprol koprol
Udah niat banget mau nyampah di blog soal event mega penting dalam hidup guek, guek kawin cyiiiin....
Iyah soal kawinan. Tapi entar yah. Udah seminggu masuk kerja setelah cuti buat berkelana,bukan hanimun, seriously itu berkelana beneran. Dan balik dari berkelana yang menguras tenaga sama membesarkan otot betis itu cus langsung masuk kantor. Kampretnya, kerjaan banyak banget. Belom lagi kamar berserak sisa prasejarah bongkar koper. Jadi, sekarang masih tahapan ngatur ritme hidup supaya bisa kek normal lah dikit.
Gitu aja deh ya. Cucian banyak banget cyiiin udah kek gunung.

Friday, July 8, 2016

Well, July is here

Selamat hari raye!

Menghitung hari here. Gimana perasaannya? Yah,kadang kalo lagi ngeh 15 juli itu adanya di Minggu depan sih jantung suka mendadak dugem gitu. Kalo lagi agak lebay suka diiringi sama lutut yang rada lemes.
Tapi kalo lagi kerja, baca, sangak,,suka ga inget sih buat deg deg ser nya. Kaya anteng ajah. Masih bisa nyengir pas di cie cie mau kawin-in sama sodara. Kelewat selo. Itulah kenapa emang bagusan nyibukin kepala dengan fokus baca sambil ngabisin kuota ha ha ha
Alam bawah sadar sih ga bisa boong ya, semalam mimpi ga enak soal make up pas acara yang amburadul,di mimpinya. Bangun- bangun trus sakit pinggang. Emang ora jelas.

Dan ada temen yang masuk itungan deket ga bisa hadir tapi ga apalah. Nyoba ngerti aja alasannya. Udah kelewat sibuk mesin bapuk dalam otak ini untuk mikir macem- macem whatsoever. Dan harusnya sekarang nyusun itin jalan- jalan dulu bukannya ngeblog. Err..
Ah kalo nanya stres,stres finansial banget lah. Cuma mau dikatakan apalagi lah. Nyerah mak nyerah.

Udah ah. Mules.

Friday, January 22, 2016

My January

Kalo awal taun ini ngomong sama saya, mungkin sebagian orang bakal ngerasa sebel. Karena omongan saya ga jauh-jauh dari soal persiapan nikah *lol
Tabah-tabah dikit ya kalo ngomong sama saya sekarang ini. Saya nya juga sadar diri dan ngurang-ngurangin bahas soal pelaminan,dekor,gaun,dan kawan sejawatnya.
Lumayan ada temen yang bakal nikah dan resepsi duluan,jadi separo price list segala vendor sudah dapat dari dia duluan muahahaha...
Udah berapa persen?
Doooh,masih secuil. Acaranya juga masih berbulan-bulan lagi. Masih agak nyantai. Seru sih walaupun bikin pusing juga hahaha
Nyobain gaun yang kembangnya ala ala princess itu asik bingit. Ini jadinya malah fokus mau keliling vendor gaun. Hahahaha kemarin suka banget satu gaun warna dark blue,cuma kalo pake nikah warna itu hahahaha banyak yang protes kayanya. Padahal ga pa-pa ya.
Jadinya stick to the plan,nikahnya pake putih deh. Putih-gold palingan. Karena termasuk tipe yang ga suka gaun nikah warna warni,kecuali kalo diizinin,suka nya warna gelap. Kaya item-gold kan syakep.
Kata temen kaya nikahan deddy corbuzier ntar kalo pake item.

Nyari make up artist aja pusing ampun. Karena kebanyakan referensi. Jadi ini,tutup mata aje. Pasrah deh ntar cakep ga cakep bentukan saya ntar.

Soal jumlah undangan,nomor belakangan hahaha karena papa mama juga bingung bagi-bagi kuota undangan.
Udah ah..tetiba males,gatau nulis paan lagi..ciao

Tuesday, July 7, 2015

Men and Their...

Peka!
Sering banget denger omongan yang bilang cowok itu ngga peka. Well, sampe jadi bahan segala jenis anekdot,standup komedi and soon lah.
Ternyata bener loh ahahaha...
Even buat cowok yang self proclaimed dirinya peka,tetep aja level pekanya beda sama standard ingin-dimengerti-nya cewek.
Mungkin sebenernya cowok peka sih, tapi kalah sama standard ceweknya.
Peka menurut cewek ada di level 10, si cowok yang ngaku peka ada di level 6. Cewek-cewek,turunin standar dikit, mari!

Tapi, beneran deh, men take our words literaly.
Kalo kita bilang engga, dia anggap memang "engga".
Walaupun kita bilang engga di bibir,dalem hati padahal mah iya..sambil ngarep ujung-ujung cowoknya ngeh kalo maksudnya iya walaupun bilangnya engga. Pening?

Jadi,yang pening itu cewek apa cowok sebenernya?

👩: Ih,bagus ya...
👦: kamu mau? Aku beliin.
👩: eh, engga, ga pa-pa. (Dalem hati "mauuu..beliin")
👦: oh. Oke.
👩: ...
👦:???
👩:kamu ga peka!
👦:eh?
👩:kamu ga ngertiin aku
👦:😩😲😭😫 *berbusa

Saturday, May 2, 2015

Mantra

Bergayalah sesuai isi kantong.
I keep repeat it. Like a mantra.
I woke up at 2 am last night. Dan terpikir macam-macam hal.

Lucky them to have that job.

Then the other side talked.
Rejeki Tuhan sudah atur, porsi masing-masing ngga akan tertukar.
So, faith and patience. Can you live with it?

Pursue,dont chase. Gapai, bukan dikejar.
One by one, step by step. Semua sekaligus juga ngga akan tergenggam dengan baik.
Urusan akademik dibereskan dulu, jadi bisa ngasih tanda centang satu lagi.
Dan mba-nya, yang satu lagi sooner or later harus dimulai. Kumpulin mood dan kemauannya, cos hard work beats talent. Waktu ngga bisa diajak balikan, ngga kaya mantan. Hehehe.

Tuesday, March 17, 2015

Rise and Fall

Alhamdulillah...
Alhamdulillah sekarang kalo jatuh, bangunnya udah ga lama- lama banget lagi. Engga kaya dulu, kalo jatuh, betah banget lama- lama di bawah. Terpuruk, dipuas- puasin ngerasain luka- lukanya. Dihayati banget berdarah- darahnya. Belum lagi air matanya, seminggu juga belum kering. Nyetok air mata banyak amat ya, Mba.

Alhamdulillah, sekarang rada ada kemajuan. Ya kalo jatuh, nangis-luka-bergoresnya ga dihayati dalem- dalem lagi.
Mungkin dia lelah, ya.

Belajar, proses. Belajar dan berproses gimana caranya bangun kalo abis jatuh. Buat ukuran orang yang sulit paham soal hubungan komunikasi antar manusia, yang selalu lamban buat paham perasaan orang lain, yang udah terbiasa dengan pikiran sendiri, sampai nyaris jadi sosiopat, ini perkembangan yang bisa dengan bangga nyebutnya lumayan.

Lebih baik terlambat, daripada engga sama sekali, ya kan?

Tuesday, February 24, 2015

The End

Berawal dari mangkir sehari dua hari, berujung mandek sama sekali. Akhirnya, jadi mikir- mikir menelaah, menimbang dan mengingat -ala pak beye-, hingga memutuskan untuk mundur dan udahan aja dari 30 hari menulis itu tu.

Sekian dan terima kasih.

Btw, so crowded inside here.
머리, 마음, 복잡해. 살려줘.

Thursday, January 29, 2015

hello there

Ireane kemana aja,blognya ditelantarkan gitu?

Kekantor...hehehehe alhamdulillah. Tiap senin sampe jumat pergi kerja. Pergi pagi sampe rumah jam 6 sore. Malemnya ngerjain kerjaan satu lagi. Belajar dikit-dikit. Selembar-selembar. Dikit- dikit lama-lama jd bukit kan?
Insha Allah taun ini lebih manfaat dari taun lalu yg awur-awuran hidup dan perasaannya *bongkar blog *mesem liat isinya
Sekolahnya insha Allah jadi. Ya ga diluar sih,mengingat status dikantor, dilepas sayang, nyarinya kan susah bener. Jadi ya disini aja. Kerja sambil kuliah. Sambil pacaran. Sambil family time tiap weekend *banyak yah
Impian besar yang itu,masih tahap berlatih. Masalahnya,dari latihan kok bukan semangat,malah tambah minder liat punya orang. Yang bilang, itu 1% bakat,99% ketekunan itu, lagi boong apa ya? *nanis
Huuf..tapi katanya lagi, kalo kita ga percaya sama diri kita sendiri,orang lain juga ga bakal percaya. Ayooo.,, pasti bisa ireane!
Nikah?doakan saja hehehe saya nya mah auk ah gelap. Si abang itu udah tau saya maunya gimana dan kapan. Saya sekarang nunggu dilamar aja lah.
Ah tapi yang ga kalah penting, mesti jalan-jalan nih. Bali bisa bali nih, soalnya Hallstat atau Hobbiton berat diongkos pake banget masih.
2012-2014 jalan-jalan terus alhamdulillah..2015 bismillah
*susun itin
*nabung

Sunday, January 18, 2015

Ingin

Adek: Kak, si Anu lagi di Seoul, Kak. Enaknyaaaa
Me : Ih, enak banget *mupeng se mupeng mupengnya
Adek: Enak banget mah banyak duit dia nya

Pengen jalan- jalan jugaaaa. Tapi belom bisa work hard-play hard *nangis
Beresin dekor kamar aja ngos- ngosan, konon mau beli tiket pesawat nyebrang lautan.
Tsk.

Saturday, January 17, 2015

Well, hello

Well, hello peeps.
Lama ye saya absen. Ini dateng- dateng mau ngawur kok *disepak
Sebenarnya lagi latihan tadi, demi  terwujudnya impian. Cuma tetiba datang godaan buat ngeblog.
Aku terdistraksi. Lemah ._.

Hmmmm.... udah pindah kantor nih. Yang kali ini, alhmdulillah dibayar lebih banyak dari yang sebelumnya.
Jam kerja jelas. Punya hari libur. But no wifi. More exercise. Iyes, lumayan, pencegahan osteoporosis kan. Sambil kerja, olahraga.

Dan biasa sifat orang lagi bokek tu, semua barang bagus nampaknya. Hasilnya, lagi lomba- lombaan sama ego, nge-like gitu banyak pic di ig dengan maksut ntar gampang dicari pas bisa beli.
"Kamu banyak banget sih yang mau dibeli?"
Pembelaan saya:
Gak pa pa, list aja dulu, seneng- senengin mata. Ntar dibelinya juga ga sekaligus kok. Dan ga semua juga. Buat apa beli 3 tas warna item dengan ukuran sama kalo butuhnya cuma satu, kan?

Apalagi, ya?

Belakangan, kalau hati sedang bertanya- tanya atau lagi kurang semangat, ada ajaaaaaaa gitu yang tertonton lah, terdengar atau terbaca, sesuatu yang bikin semangat lagi atau ngejawab kebingungan. Bener- bener deh, everything beneran happens for a reason yah.

Terus, sedang giat- giatnya mendisiplinkan diri, ngerjain dikit- dikit bagian- bagian dari resolusi. Baby steps buat wujudin semuanya. Kan bigger dreams = super hardwork.

AH, ini padahal tadi mau ngeblog karena mau tsurhat, mau dramaah..
Pake dialog, "kamu berubaaah, kamu beruubaaah. Sekarang semua pake kata- kata 'udahlah' "

Tapi wes ga jadi... Dramanya udah di-cut sama lagunya one republic inih. Aku terdistraksi,lagi.


Monday, December 15, 2014

Bertahan


" Dan diriku bukanlah aku, tanpa kamu tuk memelukku
  kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
  dan diriku bukanlah aku, tanpa kamu menemaniku
  kau menenangkan ku, kau melegakan aku"


noah- tak lagi sama

Nothing worth doing is ever easy

Friday, November 21, 2014

So many books,but it's ok, i have plenty of time

Baru beli buku baru, ngabisin duit. Keputusan bagus yang dibikin ga pake mikir. Nyabut semua duit dari dompet *laugh
Beli buku Indonesia raya, biasanya kan baca novel terjemahan mulu.
Nyoba.
Yah, biar taulah, referensi. Sering sih baca novel indonesia, tapi khusus buat novel history-based, kaya Negara Kelima, Harta Karun VOC,seri Gajahmada (Iya, saya dulu nyaris masuk arkeologi UI).

Tapi selebihnya, buat tema lain, genre lain, lebih suka terjemahan, entah kenapa. Ga sreg aja gitu sama novel Indonesia raya. Cuma karena mesti ada referensi, dan ingin tau, jadi nyoba beli novel indonesia, bukan sejarah.
Belinya juga yang dapet review-an bagus di sosmed.
Hasilnya? Bagus, bahasanya ringan ga sok pinter gitu. Simpel, sederhana. Tapi ngena.
Jujur, ga suka yang puitis- puitis banget, not my style. Sekarang lagi ngetren yah kayanya yang menggalau hahahaha

Jadi, dapat kesan baiklah buat novel indonesia selain sejarah, ga menye- menye.

Terus, beli buku John Connolly lagi deh. Tergoda sih.
Yang pertama dulu punya yang Book of Lost Things. Isinya, agak bikin pala nyut- nyut. Soalnya tulisannya padat, banyak, agak bosen. Tapi sedih sih.


Yang kedua, The Gates, Nah ini yang ceritanya lucuk. Padahal isinya soal lubang cacing, black hole sama teori relativitas Einstein. Terus disambungin sama soal setan neraka. Tapi kocak. Lumayan ringan buat ukuran bicarain yang fisikanya gitu.

Yang baru, beli Killing Kind. Baru baca dikit. Tapi kayanya detektifan deh, sesuai genre kesukaan selama ini. Hahahaha

Wednesday, November 19, 2014

Kondangan

Harusnya sih tadi idupin ini laptop buat ngetik yang lain, jatohnya malah ngetik disini ahahaha
Aku gampang sekali terdikstraksi =_=

Hmmm ini lagi musim kawin (?) apa ya? Kemana- mana liat ada kondangan. Pas weekend undangan sehari bisa sampe 5. Explore di ig isinya poto prewed sama resepsi ditebar- tebar. Bertebaran.
Liat itu, umur segini, jadi bertanya- tanya ga sih giliran sendiri kapan? Iya dan tidak.

Iya lucuk aja gitu, jadi pengen juga *loh.
Tapi malah gak pengen juga *loh *ga konsisten
Pengen karena yaiyalah bagusan nikah kan ya, biar ga nambah- nambah dosa ahahaha
keinginan dari dulu jaman pas masih anak emo itu ya kalo bisa, KALO BISA nih ya, pacar tu ya jangan banyak- banyak. Mantan pacar jangan sampe setengah lusin, apalagi selusin. Terus ya kalo bisa, KALO BISA lagi, pacaran ya jangan lamanya udah kaya kredit mobil.
Tapi ya balik lagi, itu semua mah KALO BISA euy.. Bisa kaganya urusan yang punya dunia.

Tapi kadang juga, liat orang nikahan gitu, malah jadi ga pengen- pengen amat ehehehe kenapa? Karena eh karena nikah itu kan bukan main- main. Bukan cuma siap buat tinggal bareng, tapi juga siap buat ngasi makan. Ribet aja gitu mikirin maharnya, biayanya. Iya, cewek kok mikirin mahar, ga apa- apa tapi kan? :p

Ah, kalo prinsip pacar sih, jalanin aja dulu yang sekarang *manut biar g pusing

Eh iya, sekarang dirumah lumayan lah produktif. Betelor ahahahaha
Usaha yang sekarang alhamdulillah. Horeeee
Kalo ketikan masih kaya kura- kura. Cuma lumayan lah. Gak kura- kura banget.

Beneran, akhir taunnya jadi lebih bagusan :)))


Thursday, October 2, 2014

Octo-bear

September is gone!
It's octo-bear dear!

Nyoba ga ngitung- ngitung satu hal itu, yang sebentar lagi bakal setaun (see, ngitung juga kan).
Just try to not overthink bout those three things, biarpun pengennya mati- matian. Tapi, berdamailah dengan kenyataan ya,kan. 3 hal itu, diluar kuasa dan kendali. Perlu lebih dari usaha, jadi, for the rest of this year, yang 3 itu coba, iya COBA, gak dipikir- pikir banget.

Let it go, let it go~~
*berubah jd snowman
*bukan merk spidol


jadi, sisa 2014 yang tinggal dikit lagi ini, ya dipake buat 3 hal lain, yang terjadinya itu masih dalam pusat kendali dan kuasanya Ireane Putri Masdha :)

Yang satu bakal dimulai minggu ini, memang ga bakal boom gitu langsung, at least, it start.
Terus yang satu lagi, menunggu november plus yang lain sedang on the way. Mudah- mudahan siap tahun ini.
Dan yang terakhir, bulan depan semoga uda dapat sertifikat basic spanish nya. HOLA!

Then..adios amigos

*workin on a project, my octobear project! excited. Bagian dari membahagiakan diri sendiri, mulai dari yang paling kecil.

Wednesday, September 24, 2014

Bingung

Bingung nentuin arah. Mau nata ulang lagi juga bukan mudah. Mesti teguh ya?
Ini kurang teguh banget. Goyah sana sini, kurang sana sini.

Orang juga udah pada males kali ya dengernya itu- itu terus. Gitu- gitu terus.
Tapi serius, kok susah banget ya buat maju?

Satu pun, satupun nggak ada, belum ada yang kewujud. Ya ampun.
Seram banget kalo beneran jadi tahun yang terbuang.

Sampe mual mikirinnya.