Monday, August 11, 2014

2014, Agustus

Benar- benar nggak ada yang tau bakal jadi apa dan seperti apa hari esok kan ya?
Kemarin- kemarin, ada masa menghitung bulan- bulan yang akan dilalui 2014. Merasa despret karena satu dan lain hal.
Lalu seperti biasa, momen pergi tidur dan bangun tidur betul- betul tempat kepala ini isinya sedang netral- netralnya, jadi bisa diajak mikir secara ringan.

Liat sisi lainnya!
Ya juga, kenapa engga. Toh, nggak semua jelek, belum terlalu terlambat. Masih bisa dikejar.

Kalau aja nge post 2 hari yang lalu, mungkin isinya bakal,

4 bulan lg di 2014, semoga lebih berarti. Ga kosong kaya bulan- bulan yg udah lewat.

Tapi krn kewarasan udah kembali, dan mudah- mudahan tahan lama :p, jd isinya bakal,

4 bulan lg di 2014. Rintis jalan wujudin mimpi, udah dimulai. Kesempatan ada banyak. Bulan- bulan yg lewat dibalas di 4 bulan lagi.

Btw, agustus ini aku sok sibuk dikit deh. Banyak bgt yg mesti dikerjain hahahaha sampe bikin jadwal segala biar semua to do list nya bisa di centangin.

salam, dari aku yang waras hahahaha

Tuesday, July 15, 2014

Nonsense

Ia terjatuh ke dalam lubang. Kadang lubangnya dalam, kadang tidak.
Kadang gelap, kadang bermandikan matahari.
Ia pura- pura tak apa- apa di dalam lubang. Ekspresi yang mampu ia tampilkan hanya wajah lelah, dengan sedikit kata- kata saja. Agar suaranya yang bergetar karena sedih tak kedengaran.
Jadi, mereka hanya lalu lalang di dekatnya. Tangga untuk keluar belum juga kelihatan.

Mereka, hanya menemaninya. Bukannya mereka mengabaikan. Mungkin mereka merasakan, ada kesedihan karena gelapnya lubang. Tapi mereka tak tahu seberapa dalam lubang itu kadang- kadang.
Ia rapat menyimpan semua sendirian.

Ada yang ingin menolong. Dia datang sesering dia bisa. Baginya semua gampang, tak ada yang sulit. Memanjat keluar bukan hal sulit. Gampang saja.

Buatnya, itu tak bisa diterima. Memanjat keluar itu sulit. Tak segampang itu.
Lalu?
Ia tetap duduk dalam gelapnya lubang. Matahari sedikit pelit belakangan. Airmata kesepian dan frustasi datang terlalu sering.

Dia masih menunggui di pinggiran lubang. Tapi, lama- lama ia lelah. Yang ditungguinya tak ingin ditolong, menurutnya.
"Lalu maumu bagaimana? Aku capek."

"Aku hanya merasa kosong dan hampa."
Menangis pun sudah tak ingin lagi. Ia lelah. Tapi tak bisa menjelaskan, apa yang ia rasakan, pada dia yang menunggu.

Ia menengadah. Pada wajah lelah yang menungguinya, tempatnya membuka diri.
Dia merasa ia yang tak ingin ditolong. Ia hanya tak tahu harus bagaimana.

Ia takut, dia yang menungguinya, lelah lalu berhenti. Apa sebaiknya, ia berpura- pura berada dipermukaan, telah keluar dari lubang, agar dia tak berhenti?
Biarlah dalam dan gelapnya tempat ia sebenarnya berada, hanya ia sendiri yang tau rasa hampa dan kosongnya.

Thursday, July 10, 2014

KRITIS

Abis blogwalking kemana- mana. Ga terdeteksi? Ga ada jejak komen? Aku silent reader ahahahaha
ampuni aku wahai blogger- blogger.
Wiih...serius- serius banget tulisannya ahahaha puyeng saya liatnya. Not my style mungkin ya yg serius- serius gitu. No offense :D

Ga jelek kok,tenang aja. Bandingin aja sama isi blog saya ini, isinya? Bukan butiran debu, tapi kaleng- kalengan muahahaha
Ga ada apa- apanya lah. Tapi ga dosa kok punya isi kepala kritis,punya isi blog serius to the max,seperti juga ga dosa punya isi kepala kritis tapi disimpan sendiri hehehehe dan blog konyol- konyolan.

Yang penting kan, hati senang, hidup nyaman.
Yauwis, gitu deh pokoknya. Hidup punya sendiri- sendiri, jalanin nya ya milih sendiri,termasuk buat detil- detil kecil disudut sana sini.

Termasuk saya yg lebih milih kalo masa nganggur ini bisa segera berakhir,puhleaseeee.

Pssst...ada yang lucu deh kemarin :p
Manusia memang benar- benar makhluk menarik buat diamati ya. Geli gitu liat tingkah lakunya.
Hmmm...diingat aja, kalo kalimat " 99% uda move on.Ketemu lagi, bisa langsung gagal move on" itu benar adanya. LOL
Ciao

Sunday, June 8, 2014

Numb

Pernah dengar lagu yg liriknya kurang lebih ini:

"sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu aku asik sendiri,
lama tak ada yg menemani, rasanya.
"terlalu asik sendiri, sudah terlalu lama asik dengan duniaku sendiri~~" and soon and soon....
(maaf buat yg nyanyi kalo saya ngerusak liriknya, maafkan aku dan daya ingatku -.-)

itu tadi lagu berdendang aja di radio waktu lg jalan pulang. Pulang dengan rasa canggung ngambang di udara.
Bener kalik ya, kata yg berdendang itu, aku kelewat lama sendiri, sampe jd gini bentukannya. Numb and dumb.

Btw, dumb itu jadi dumber kan yah? Kalo numb jd number?? Nomer dong?
S-O-S!
-.-

Kembali lg ke sebelumnya. Numb and dumb.
Kelewat lama sendirikah sehingga bentukannya jd cuek, kurang pertimbangan dan memang benar- benar asik sendiri?

Salahkah jd saat tak sendiri lagi, jd bego begini?
Pembelajaran soal pertimbangan rasa, perasaan, kepedulian yg saya alpa smua dulu saat org lain, org normal, belajar duluan.
Jadinya ginilah, telat.

Saat merasa sudah mulai bisa soal segala sesuatu yg kurang lebih disebutkan diatas sudah dilakukan, ternyata i missed something! Tetep deh.

Ada hal lain lagi yg harus diperhatikan, dipertimbangkan, dipedulikan. Kirain udah bener, eh ternyata masi nyasar.
Oh, saya belajar ulang lagi. Memulai lagi.

Tapi ya gimana lagi, sudah memilih kan. Ya, diarungi sajalah dengan segala ketumpulan dan ketidakpekaan ini. Belajar sana sini, tergores sedikit disana dan disini.
Semua buat dia yg disayangi.

Nanti, kalo udah lulus semua kelas yg ter-alpa-kan krn terlalu asik sendiri itu,
aku pasti bisa tertawa, pada masanya.
persis gini


Wednesday, June 4, 2014

Rain Rain Go Away~

Setelah sekian lama, pagi ini diguyur hujan juga.
Hujan- hujan gini, mengingatkan hari- hari lalu.

Saat berada di tempat yang asal hujan, susah banget make payungnya.
Anda harus master dulu dalam urusan pake payung saat hujan, kalau lagi di pulau Jeju hehehe
Bukannya terlindung dari hujan, bisa- bisa malah kelimpungan kalo payungnya kebalik.

Harus menguasai arah datangnya angin. Mesti sigap ngarahin payung ke kiri,kanan, depan, belakang.
Kalo ga master,bakal basah keujanan,payung kebalik dengan konyol --"
Hahaha indahnya hidup.

Monday, May 26, 2014

Pilihan, kan?

I know we are growing apart. We were "we".
Gak masuk itungan lagi. Just somebody that used to know-lah kalo kata Gotye.
Tapi, aku gak menyalahkan kok. Bukan salah siapa- siapa.
Hidup toh, pilihan. Setiap pilihan, diekori dengan segala resikonya juga.
Aku memilih ini, aku sadar resikonya, kok.
Yang ginian ini, berasa apart- apart ini, datangnya kadang- kadang pas mood sedang mengundang.

Ahahaha.. please jangan diungkit pas aku sedang senang ya :)

Saturday, May 24, 2014

Terlalu Sederhana

Today conversation

Me:  Aku berdiri baris paling depan pun, ga bakal keliatan sama orang. Aku gak menonjol. Aku terlalu sederhana buat dunia

Him: Tapi kamu spesial buat aku

Me: Mencret aku bentar lagi kamu ngomong gitu

Him: *ngakak