Yap.
Got A LOT of free time even during my work-hours. Kadang mati gaya loh ngisi waktunya.Hahahaa kadang kalo lagi banyak mah sampe ga ke-handle kerjaannya dalam sehari.
Sekarang jadwal ngisi free-time nya mah: ngegame 2 biji- sialnya, dua-dua cuma bisa dimaenin sehari sekali-, baca webtoon -updetnya seminggu sekali-,daaaaan browsing, chatting sama pacar kalo dia sedang ga diserbu pelanggan eh nasabah. Bosen kan yes?
Mangkanya kalo dikasi yang ribet dikit kerjaan itu rada bahagia. Seringnya bawa pe-er sendiri sih dari rumah. Kaya perbaiki akun pinterest yang kelupaan password, atau nyari resep, iya nyari doang ga praktek -.-
Webtoon yang dibaca mah buanyaaaak hahahaha sakit hatinya pas lagi asik eh bersambung dan selamat menanti tujuh hari lagi. Cuma ya sabar, biar jangan kaya anak 4L4Y yang ngomen di bawah halaman webtoon, isinya minta diupdet mulu, dikira komikusnya kentut komik kali yee... Mangkanya males liat versi Indo ya itu, komennya kurang indah di pandang. Kalo versi Eng, komennya emang fokus ke komik, isi komik, dan kegemesan pembaca sama tokoh utama (biasanya cowo) yang supaa cuteeee *fangirl's in da house
Webtoon yang sedih juga ada, yang bikin baper mah buanyaaak...
Ah, kemaren ada unexpected result yet expected event (sok inggris mah padahal bingung itu bener apa kaga). Well, kayanya kita semua udah grown up dan moving on yah. So this is my cue to do the same. Nice to see you again, even we won't have those same bond like when we're young. Nice progress tho. I will embrace this :)
Thank you boy for encouraging me, this stupid will remain the same stubborn stupid girl and do same old mistakes without you.
XO
Thursday, January 28, 2016
Friday, January 22, 2016
My January
Kalo awal taun ini ngomong sama saya, mungkin sebagian orang bakal ngerasa sebel. Karena omongan saya ga jauh-jauh dari soal persiapan nikah *lol
Tabah-tabah dikit ya kalo ngomong sama saya sekarang ini. Saya nya juga sadar diri dan ngurang-ngurangin bahas soal pelaminan,dekor,gaun,dan kawan sejawatnya.
Lumayan ada temen yang bakal nikah dan resepsi duluan,jadi separo price list segala vendor sudah dapat dari dia duluan muahahaha...
Udah berapa persen?
Doooh,masih secuil. Acaranya juga masih berbulan-bulan lagi. Masih agak nyantai. Seru sih walaupun bikin pusing juga hahaha
Nyobain gaun yang kembangnya ala ala princess itu asik bingit. Ini jadinya malah fokus mau keliling vendor gaun. Hahahaha kemarin suka banget satu gaun warna dark blue,cuma kalo pake nikah warna itu hahahaha banyak yang protes kayanya. Padahal ga pa-pa ya.
Jadinya stick to the plan,nikahnya pake putih deh. Putih-gold palingan. Karena termasuk tipe yang ga suka gaun nikah warna warni,kecuali kalo diizinin,suka nya warna gelap. Kaya item-gold kan syakep.
Kata temen kaya nikahan deddy corbuzier ntar kalo pake item.
Nyari make up artist aja pusing ampun. Karena kebanyakan referensi. Jadi ini,tutup mata aje. Pasrah deh ntar cakep ga cakep bentukan saya ntar.
Soal jumlah undangan,nomor belakangan hahaha karena papa mama juga bingung bagi-bagi kuota undangan.
Udah ah..tetiba males,gatau nulis paan lagi..ciao
Tabah-tabah dikit ya kalo ngomong sama saya sekarang ini. Saya nya juga sadar diri dan ngurang-ngurangin bahas soal pelaminan,dekor,gaun,dan kawan sejawatnya.
Lumayan ada temen yang bakal nikah dan resepsi duluan,jadi separo price list segala vendor sudah dapat dari dia duluan muahahaha...
Udah berapa persen?
Doooh,masih secuil. Acaranya juga masih berbulan-bulan lagi. Masih agak nyantai. Seru sih walaupun bikin pusing juga hahaha
Nyobain gaun yang kembangnya ala ala princess itu asik bingit. Ini jadinya malah fokus mau keliling vendor gaun. Hahahaha kemarin suka banget satu gaun warna dark blue,cuma kalo pake nikah warna itu hahahaha banyak yang protes kayanya. Padahal ga pa-pa ya.
Jadinya stick to the plan,nikahnya pake putih deh. Putih-gold palingan. Karena termasuk tipe yang ga suka gaun nikah warna warni,kecuali kalo diizinin,suka nya warna gelap. Kaya item-gold kan syakep.
Kata temen kaya nikahan deddy corbuzier ntar kalo pake item.
Nyari make up artist aja pusing ampun. Karena kebanyakan referensi. Jadi ini,tutup mata aje. Pasrah deh ntar cakep ga cakep bentukan saya ntar.
Soal jumlah undangan,nomor belakangan hahaha karena papa mama juga bingung bagi-bagi kuota undangan.
Udah ah..tetiba males,gatau nulis paan lagi..ciao
Saturday, January 2, 2016
After Effect
Abis baca satu buku lagi dari Jojo Moyes "The Girl You Left Behind".
Oh,suc*k! Nyesek after effect nya itu berdenyut. Emang dasar aku nya aja yang baperan tak ketolongan.
Ceritanya ada 2 part,kira-kira. Setting tahun 1914an, waktu jaman-jaman perang dunia, sama masa kekinian. Aku lebih tertarik sama part yang bagian 1914an nya,karena disitulah ceritanya mulai hehehe..
Soal Sophie, yang cinta banget sama suaminya sampe setengah mati, ngorbanin semua dari diri dia,include kehormatan, demi bisa liat suaminya hidup-hidup. Yep, at that time,laki kan mesti pigi perang. Dan kalo ketangkep sama Jerman, dijadiin budak kerja paksa. Yang ujungnya besar sekali kemungkinan mati ditembak ato mati sakit.
Perjuangannya Sophie itu loh. Dengan segala orang yang ngejudge. Sigh.
Bagus amat sih nulisnya MbakBro Jojo Moyes ituh.
Sukur, happy ending yang kali ini ya. Jadi,biarpun baperan, nyesek sisanya masih ada, tapi bisa move on dengan segera dari ceritanya. Ga kaya "Me Before You". Omaigat, seminggu belom move on ada tuh.
Balik lagi ke Sophie, maygat..tu orang kota ga paham dikit ya pinternya ngehakimin aja. Emang ga masuk kategorri seratus persen bener sih tindakannya, tapi who am i to judge her. Kelakuan sendiri aja ga beres, ngapain nilai- nilai orang -lalu curhat-
Enough.
Ah,yes..welcome 2016. Please..jangan ada quarter life crisis lagi diantara kita.
Oh,suc*k! Nyesek after effect nya itu berdenyut. Emang dasar aku nya aja yang baperan tak ketolongan.
Ceritanya ada 2 part,kira-kira. Setting tahun 1914an, waktu jaman-jaman perang dunia, sama masa kekinian. Aku lebih tertarik sama part yang bagian 1914an nya,karena disitulah ceritanya mulai hehehe..
Soal Sophie, yang cinta banget sama suaminya sampe setengah mati, ngorbanin semua dari diri dia,include kehormatan, demi bisa liat suaminya hidup-hidup. Yep, at that time,laki kan mesti pigi perang. Dan kalo ketangkep sama Jerman, dijadiin budak kerja paksa. Yang ujungnya besar sekali kemungkinan mati ditembak ato mati sakit.
Perjuangannya Sophie itu loh. Dengan segala orang yang ngejudge. Sigh.
Bagus amat sih nulisnya MbakBro Jojo Moyes ituh.
Sukur, happy ending yang kali ini ya. Jadi,biarpun baperan, nyesek sisanya masih ada, tapi bisa move on dengan segera dari ceritanya. Ga kaya "Me Before You". Omaigat, seminggu belom move on ada tuh.
Balik lagi ke Sophie, maygat..tu orang kota ga paham dikit ya pinternya ngehakimin aja. Emang ga masuk kategorri seratus persen bener sih tindakannya, tapi who am i to judge her. Kelakuan sendiri aja ga beres, ngapain nilai- nilai orang -lalu curhat-
Enough.
Ah,yes..welcome 2016. Please..jangan ada quarter life crisis lagi diantara kita.
Friday, November 27, 2015
The Song
Lagu ini bungcud sekali hahaha merangkum satu cerita dengan simpel aja sih, tapi ngena, at least di saya. Sampe bela-belain ngetik di komputer kantor karena hengpon canggih aku sudah tak punya huwo huwooh...
Ini lagu mangtaps nya di dengerin sambil liat MV nya sih, ekspresi penyanyi itu mewakili sekali.
"It was only a smile but my heart it went wild
And I wasn't expecting that
Just a delicate kiss, anyone could've missed
I wasn't expecting that
Did I misread the sign? Your hand slipped into mine
I wasn't expecting that
You spent the night in my bed, you woke up and you said
"Well, I wasn't expecting that"
I thought love wasn't meant to last,
I thought you were just passing through
If I ever get the nerve to ask
What did I get right to deserve somebody like you?
I wasn't expecting that
It was only a word, it was almost mis-heard
'Cause I wasn't expecting that
But it came without fear, a month turned into a year
And I wasn't expecting that
I thought love wasn't meant to last,
I thought you were just passing through
If I ever get the nerve to ask
What did I get right to deserve somebody like you?
I wasn't expecting that
Isn't it strange how a life can be changed
In the flicker of the sweetest smile
We were married in spring
You know I wouldn't change a thing
Without an innocent kiss, what a life I'd have missed,
If you'd not took a chance on a little romance
When I wasn't expecting that
Time doesn't take long, three kids up and gone
And I wasn't expecting that
And when the nurses they came, said its come back again
I wasn't expecting that
Then you closed your eyes, took my heart by surprise
And I wasn't expecting that!"
-Jamie Lawson- Wasn't expecting that-
Ini lagu mangtaps nya di dengerin sambil liat MV nya sih, ekspresi penyanyi itu mewakili sekali.
"It was only a smile but my heart it went wild
And I wasn't expecting that
Just a delicate kiss, anyone could've missed
I wasn't expecting that
Did I misread the sign? Your hand slipped into mine
I wasn't expecting that
You spent the night in my bed, you woke up and you said
"Well, I wasn't expecting that"
I thought love wasn't meant to last,
I thought you were just passing through
If I ever get the nerve to ask
What did I get right to deserve somebody like you?
I wasn't expecting that
It was only a word, it was almost mis-heard
'Cause I wasn't expecting that
But it came without fear, a month turned into a year
And I wasn't expecting that
I thought love wasn't meant to last,
I thought you were just passing through
If I ever get the nerve to ask
What did I get right to deserve somebody like you?
I wasn't expecting that
Isn't it strange how a life can be changed
In the flicker of the sweetest smile
We were married in spring
You know I wouldn't change a thing
Without an innocent kiss, what a life I'd have missed,
If you'd not took a chance on a little romance
When I wasn't expecting that
Time doesn't take long, three kids up and gone
And I wasn't expecting that
And when the nurses they came, said its come back again
I wasn't expecting that
Then you closed your eyes, took my heart by surprise
And I wasn't expecting that!"
-Jamie Lawson- Wasn't expecting that-
Tuesday, October 20, 2015
Life Crisis
Sebenarnya udah lama ngeh kalo sedang ngalamin krisis. I have issues. Insecurity, some low self esteem and soon. Datengnya pasang surut, nyama-nyamain pasang surut emosi. Sampe lelah, tapi ga kurus. Padahal kalo lelah, maunya bisa kurusan sekilo dua kilo yes. Tapi tolong kurusan di bagian kaki dulu *rikues
Quarter life crisis adalah hantu kampret yang susah banget dihalau, bikin galau berlebihan. Insekyur berlebihan. Airmata sama ingus bercecer kalo lagi badai-badainya. Sigh.
Berkali-kali bilang enough, tapi dia balik lagi. Mesti bilang e-fucking-nough dulu ape?
I am 25 yo and have nothing to show it off adalah perasaan kampret sedunia yang aku alamin sebenernya dari taun lalu. That masa nganggur kills all my confidence. Sampe tinggal kaleng-kalengan.
My boyfriend really sick about this topic. Udah capek dia kayanya, punya cewek yang ditangisin itu- itu mulu.
Kalo kata wiki yes, quarter life crisis itu young, insecure and depressed *tears
Terus sempat nemu dan baca artikel dari Buzzfeed soal 25 signs youre having a quarter life crisis. No satunya aja langsung bikin antuk jidat sampe ga jenong lagi.
"Youre turning 25 this year"
- that's me! Eek kuda sekali
We will skip no 2 sampe 5 sebab ga ngerasa gitu-gitu amat. Aku ga bingung soal the concept of being twentysomething vs adult. Juga ga denial soal umur. Umur 25 ngaku-ngaku 18. Ga kok. Walau kenyataan muka sama badan masih kek anak sekolahan muahahaha. Terus ga ada masalah sama drinking habit dan hangover. Paling pernah hangover kalo abis nonton pelem, hangover laki ganteng *Mike...mike...
"You start to really care about things you never thought before"
-ok..ok..i am.
No 7 dan 8 soal relationship. Everything is fine. Kecuali buat beberapa orang rese yang sampe kemarin masih suka nanya "kapan kawin". Sekarang sih udah ga merasa terganggu lagi dengan pertanyaan itu. Kalo ga kan pasti uda dengan sadis jawabnya "nanya mulu, emang mau bayarin biayanya?". Tapi katanya kita ga boleh sadis gitu ya sama orang, walaupun yang nanya itu juga sadis sih. Tapi mereka sadisnya entah kenapa dibenarkan masyarakat.
"Constantly go back and forth between going overseas to explore vs building career"
- *sobs...what career? I barely have one hiks
"Cause going overseas= experience a whole new world, building career= climb that corporate ladder"
-but, travelling= need money, Bro!
Lets skip number 12 till 14...
"And as much as you try to stick to a budget,sometimes managing your own money just sucks"
- SUCKS! Kebangkrutan seminggu setelah gajian.
"Losing touch with some friends is just an inevitable thing that will happen and you’re still learning to deal with that."
- It was. Now, nah nah... *kibas rambut
"As well as dealing with the second-hand jealously of the friends who can afford to travel regularly."
- YES! ME WANT IT! AARGHHH
i jump to number 23 and 24 which are...
" So you go on huge “seize the moment!” rampages...Which promptly ends a week later."
-Totally utterly rite
"And you start saying phrases like “remember five years ago, when we were in college…” and that will always trip you out."
-oh maaan
Sedang berusaha keras keluar dari isu ini. Doakan aku yes!
*penutup yang apa banget sekali
Quarter life crisis adalah hantu kampret yang susah banget dihalau, bikin galau berlebihan. Insekyur berlebihan. Airmata sama ingus bercecer kalo lagi badai-badainya. Sigh.
Berkali-kali bilang enough, tapi dia balik lagi. Mesti bilang e-fucking-nough dulu ape?
I am 25 yo and have nothing to show it off adalah perasaan kampret sedunia yang aku alamin sebenernya dari taun lalu. That masa nganggur kills all my confidence. Sampe tinggal kaleng-kalengan.
My boyfriend really sick about this topic. Udah capek dia kayanya, punya cewek yang ditangisin itu- itu mulu.
Kalo kata wiki yes, quarter life crisis itu young, insecure and depressed *tears
Terus sempat nemu dan baca artikel dari Buzzfeed soal 25 signs youre having a quarter life crisis. No satunya aja langsung bikin antuk jidat sampe ga jenong lagi.
"Youre turning 25 this year"
- that's me! Eek kuda sekali
We will skip no 2 sampe 5 sebab ga ngerasa gitu-gitu amat. Aku ga bingung soal the concept of being twentysomething vs adult. Juga ga denial soal umur. Umur 25 ngaku-ngaku 18. Ga kok. Walau kenyataan muka sama badan masih kek anak sekolahan muahahaha. Terus ga ada masalah sama drinking habit dan hangover. Paling pernah hangover kalo abis nonton pelem, hangover laki ganteng *Mike...mike...
"You start to really care about things you never thought before"
-ok..ok..i am.
No 7 dan 8 soal relationship. Everything is fine. Kecuali buat beberapa orang rese yang sampe kemarin masih suka nanya "kapan kawin". Sekarang sih udah ga merasa terganggu lagi dengan pertanyaan itu. Kalo ga kan pasti uda dengan sadis jawabnya "nanya mulu, emang mau bayarin biayanya?". Tapi katanya kita ga boleh sadis gitu ya sama orang, walaupun yang nanya itu juga sadis sih. Tapi mereka sadisnya entah kenapa dibenarkan masyarakat.
"Constantly go back and forth between going overseas to explore vs building career"
- *sobs...what career? I barely have one hiks
"Cause going overseas= experience a whole new world, building career= climb that corporate ladder"
-but, travelling= need money, Bro!
Lets skip number 12 till 14...
"And as much as you try to stick to a budget,sometimes managing your own money just sucks"
- SUCKS! Kebangkrutan seminggu setelah gajian.
"Losing touch with some friends is just an inevitable thing that will happen and you’re still learning to deal with that."
- It was. Now, nah nah... *kibas rambut
"As well as dealing with the second-hand jealously of the friends who can afford to travel regularly."
- YES! ME WANT IT! AARGHHH
i jump to number 23 and 24 which are...
" So you go on huge “seize the moment!” rampages...Which promptly ends a week later."
-Totally utterly rite
"And you start saying phrases like “remember five years ago, when we were in college…” and that will always trip you out."
-oh maaan
Sedang berusaha keras keluar dari isu ini. Doakan aku yes!
*penutup yang apa banget sekali
Saturday, September 12, 2015
Tidur
Tidur itu obat penenang.
Tempat marah diredam, jadi akhir dari sedih tak berujung.
Tempat kecewa karena harapan-harapan yang ketinggian dilupakan.
Tempat sesal dipinggirkan.
Tidur mendamaikan berisiknya pikiran, sesaknya perasaan.
Aku coba tidur.
Tempat marah diredam, jadi akhir dari sedih tak berujung.
Tempat kecewa karena harapan-harapan yang ketinggian dilupakan.
Tempat sesal dipinggirkan.
Tidur mendamaikan berisiknya pikiran, sesaknya perasaan.
Aku coba tidur.
Sunday, September 6, 2015
Short Letter
Dear cita- cita yang kutunda,
Tolong sampaikan pada penyesalan agar jangan titip salam dulu, aku belum siap.
Tertanda,
Dari aku yang terus berdoa, agar rasa yakin tetap ada.
Tolong sampaikan pada penyesalan agar jangan titip salam dulu, aku belum siap.
Tertanda,
Dari aku yang terus berdoa, agar rasa yakin tetap ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)