Monday, March 30, 2015

Fall

Kepada Tuan,

Tuan, kubagikan cerita musim padamu
Ketika itu, aku putuskan berpaling dari musim panas,
yang dari dulu tak begitu kusenangi, tapi setia sekali menemani.
Aku pergi, menjemput musim gugur.
Pilihan sudah kubuat.
Saat itu, aku ditinggalkan dan meninggalkan.
Lalu Tuan, aku si manusia, ketiga musim bersekongkol memusuhiku.
Ketika musim dingin datang, ia menggigit sampai tulang. Musim semi yang biasanya indah, tak lagi ramah.
Aku tak goyah, aku melangkah lagi lebih jauh.
Namun Tuan, musim gugur ternyata tak suka langkahku.
Padahal aku, si manusia, mencintai daun- daun kekuningannya. Padahal aku, si manusia, sudah meninggalkan dan ditinggalkan.
Tapi ia tetap tak suka langkahku.
Taukah Tuan? Aku tetap mencintai musim gugur dengan daun-daun kuningnya. 
Aku hanya sakit hati sedikit.

No comments:

Post a Comment